aku harus kuat!!, aku bukan orang yg lemah!!, putus asa bukan temanku, kemalasan bukan prinsipku, kegagalan bukan tujuanku, namun…pelajaran hidup adalah sahabat karibku, mimpiku adalah citaku, keberhasilah adalah langkahku, ..keistiqomahan adalah syurgaku..
menyadari akan nikmat yg telah diberikan„ Sungguh Allah zat yang Maha Adil,lebih mngetahui dari ap yang tidak aku ketahui„ Rencana-Nya sungguh luar biasa„ ta’ seorangpun mngetahui itu, namun salah satu dari rencana-Nya itu telah terbukti padaQ„lentera hati ini hanya mampu mrasakan btapa bsar Cinta-Nya padaQ Sungguh ta’ ad keraguan lagi dalam benakQ, karna ku tau Dialah sang Pencipta yang mengatur Dunia seisinya„
Muslimah Learning Base →
This is a base for muslimahs to hang out, share idea’s and experiances inshallah please invite other muslimah’s inshallah
Naylah lagi seneng-senengnya dengerin nie musik„ ~,<
wii..,makin menyala lentera hatiQ„hihihi…=)
Dibalik Rapot yang Bernilai Lebih
Alhamdulillah… hari yang menyenangkan„
Terimakasih ya Robb, wahai zat yang Maha Adil.
Deg-degan juga melihat setumpuk rapot yang tertata rapi di atas meja guru di depan kelas itu, ta’ sabar Naylah melihatnya, apalagi melihat nilainya.
Perasaannya saat itu sedang campur aduk, ia bingung harus bagaimana. Untaian doa dan zikir terus membatin di hatinya, terus terucap menggetarkan bibirnya. Saat ini ia hanya memandangi selembar kertas yang ada di depannya, karna ia bertugas mengisi daftar kehadiran orang tua siswa di jurusannya„ perasaan deg-degan itu semakin bertambah kala tumpukan rapot itu di letakkan di meja di samping mejanya..
“Ya Alloh kuatkanlah hamba, ku tau Engkau Maha Adil lagi Maha Mengetahui apa yang tidak aku ketahui” ucapnya kala waktu telah menunjukkan pembagian rapot.
Satu per satu mereka (teman-teman Naylah) telah membuka rapot yang cukup besar itu, tampak wajah tersenyum dari kawannya yang membuatnya ikut tersenyum, ada pula wajah murung sahabatnya yang membuatnya makin deg-degan melihat rapotnya, karena sampai detik ini Ibunya belum datang untuk mengambilkan rapotnya.
Tersisa 5 rapot di depan meja, salah satunya milik Naylah. Sampai detik itu juga belum diketahui siapa yang memperoleh peringkat pertama. Teman-temannya beranggapan bahwa di antara ke5 rapot itu ada yang memperoleh peringkat pertama dan mereka juga beranggapan bahwa Sifa (teman Naylah) yang memperoleh peringkat pertama, karna sebelumnya Sifa telah mengetahui soal ujian sebelum ujian berlangsung. Memang itu curang, tapi siapa yang tahu. Hanya Allah yang Maha Mengetahui, dan Allah juga yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
“Oh ibu dimanakah engkau?, sungguh ku sangat ingin sekali melihat nilaiku” ucap batinnya. Iapun keluar untuk izin ke toilet karena merasa minder dan makin gugup. Naylah pergi untuk berwudhu menyucikan diri sehingga batinnya tenang dan pikirannya tidak kacau.
Lalu kemudian ia kembali ke ruangan„ di dapatinya ibunya telah memegang rapotnya seraya menghampirinya dan memeluk Naylah.
“Alhamdulillah….Anakku memang anak yang luar biasa„ ia pendiam namun menyimpan sejuta rahasia yang belum aku ketahui, dan hari ini engkau telah menunjukkan pada ibu salah satu rahasia itu, “ ucap ibunya sambil memeluk putrinya itu.
“Bagaimana hasilnya bu? Sungguh Naylah telah berusaha, Hanya Allah yang mampu menilai kerja keras ini. Namun jika engkau (ibuQ) kurang puas dengan hasil ini, percayalah semua itu hasil kerja keras Naylah, ta’ ada sedikitpun kecurangan di dalamnya” bisik Naylah pelan.
Ibunya lalu menggandengnya seraya mengucapkan “kau tahu anakku, kaulah mutiara hati ibu yang mampu membuat ibu tersenyum kala kau ucapkan kata-kata manismu. Berapapun nilai yang kau peroleh ibu lebih senang kau yang seperti ini, berakhlaq dan jujur. Karna itu berarti ibu telah berhasil mendidikmu menjadi anak yang berakhlaq, dan itu semua yang diinginkan oleh semua kaum ibu. Itulah yang harus mereka (para ibu) pertanggung jawabkan di akhirat tentang anak-anaknya dan tabiatnya„ bukan kedudukannya serta prestasinya. Lihatlah anakku,hari ini kau telah membuktikan ke2nya. Subhanalloh…ibu sangat bersyukur!!”
Sambil melihat rapotnya, mata Naylah berkaca-kaca. Ia melihat angka 1 di samping kata PERINGKAT.
“menyadari akan nikmat yang telah diberikan„ Sungguh Allah zat yang Maha Adil,lebih mngetahui dari apa yang tidak aku ketahui„ Rencana-Nya sungguh luar biasa„ ta’ seorangpun mngetahui itu, namun salah satu dari rencana-Nya itu telah terbukti padaQ„lentera hati ini hanya mampu merasakan betapa besar Cinta-Nya padaQ Sungguh ta’ ada keraguan lagi dalam benakQ, karna ku tau Dialah sang Pencipta yang mengatur Dunia seisinya„ ”
luv flower..=)
Menjauhlah Kau Dariku!!!
menjauhlah kau dariku… !
menjauhlah kau dariku… !
menjauhlah kau dariku… !
karna aku bukan milikmu„ dan kau pun bukan bagian dari ku …
afwan, mungkin antum mengerti maksud ana.
atau bahkan mungkin antum lebih paham daripada ana.
Apakah kau tidak merasakan kesedihan sebagaimana yang kurasakan?
atau kau sengaja pura-pura tidak tahu„
Akhi… Bagaimana air mata ini tidak mengalir di saat aku tenggelam dalam kotornya dunia…
di saat manusia menghiasi dirinya dengan tipisnya rasa malu…
di saat kaum wanita ceburkan dirinya dalam alam tabu…
Ku katakan demikian karna kau telah merusak keistiqomahanQ dan saudara-saudaraQ yg lainnya.
Sadarlah wahai hati dari kasmaranmu, dan dengarkan!
Ucapan kesedihan dan kasihan kepadamu…
Kamu terpikat dg gadis yang hatinya terpikat dengan selainmu!
Pahamilah akhi apa yang aku pesankan kepadamu…
Penglihatanmu tidak lain adalah nikmat dari Allah atasmu…
Janganlah mendurhakai-Nya dengan menggunakan nikmat-Nya…
“Perlakukanlah penglihatan tersebut dengan menahannya dari yang haram”
Jangan terburu-buru kau biarkan hatimu berbunga-bunga dengan kata-kata dariQ.
Karena, ‘manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah’
maka ingatlah bahwa jika akhwat itu bisa berkata-kata lembut kepadamu, padahal ia bukan siapa-siapamu.
Perlakukanlah penglihatanmu dengan menahannya dari yang haram,
Maka kamu beruntung.
Jangan sampai engkau mendapat sanksi berupa hilangnya kenikmatan itu.
Waktu berjihad untuk menahan pandangan adalah sejenak.
Jika kau melakukannya, kau kan dapatkan kebaikan yang banyak, dan selamat dari keburukan yang panjang.
y Akhi kalau perlu kau ingatkan si fulana agar ia tetap menjaga keistiqomahannya.
Syukron!!
~BUAT SIAPA SAJA YANG MERASA!!!~
Page 1 of 2
